Jadi begini ceritanya...
Pada suatu hari aku dan dua temanku berencana menghabiskan suatu weekend di pantai. Kemping gitu sambil mau nyalain lampion. Eh... nerbangin lampion maksudnya. Tadinya sih mau farewell-an salah satu diantara kami yang harus balik ke Jember karena kontrak kerjanya sudah expired. Aduh, sedih banget rasanya...
Tapi kesedihan itu masih kalah dengan perihnya yang nusuk disinih (nunjuk jantung). Kenapa? Nah, temenku tadi ngajak temen ceweknya yang datang dari luar kota. Kami akhirnya berkenalan, tapi aku merasa kok diriku jadi canggung ya. Dan kecanggunganku berlanjut sampai pantai, dan aku jadi nggak mood mau ngapa- ngapain. Cuma duduk di hammock dan liat sunset yang sun nya nggak keliatan. Lah... Komplit sudah ngenesnya. Sedangkan doi asik berfoto sama temennya. Auoooo... Sumpah kayak kebakaran jenggot deh.
Tapi lama- lama aku bisa mengontrol diri kok. Ihik... Parahnya, mbak yang aku cemburuin nangkep kalau aku cemburuin doi. Aduh... Akkkk... Muka mana muka (tutup muka). Dan doi sekarang malah jadi temen curhat, temen becanda yah meskipun jarak memisahkan kami berdua. Tapi dari situ aku jadi tau, siapakah aku. Ternyata hanya seorang pencemburu. Bah...
Nah, kalau ditanya sebagus apa pantai Nguyahan? Sebagus cemburu yang lewat bersama senja (karna sunset-nya nggak kliatan).
| Ah... I love this pic. Miss you, guys... |
| Kira- kira begini cemburu yang lewat sama si senja :( |
| Cuma gambar hammock ini yang bagus. Abaikan modelnya, meski mbak miminnya kangen sama mas modelnya. Ngahahahaha |
| One month after accident and I got fremure. Thanks God for saving me :D |
No comments:
Post a Comment