Sesampai di tengah perjalanan, yang menurutku masih kawasan Boyolali, zzzzhhhhh... Banku bocor. Jangkrikkk...!!! Alamat bakal siang nih sampai basecamp. Benar saja, kami kesusahan cari tambal ban karena masi sangat sangat sangat pagi. Namun beruntung, ada penduduk sekitar yang mau bantu kami dorong motor dan ngedobrak tambal ban yang masi tutup. Mungkin doi kasian ini mbak- mbak berdua lemu- lemu ngos- ngosan isuk- isuk bawa keril gedhe.
Jangkrikkk ke dua kali, banku minta ganti luar dalem. Okelah kalau begitu, ganti wae wis daripada nanti dorong lagi dan gak jadi ikut nanjak gegara kabisan tenaga hahahaha.
Tepat jam 9 kami sudah berkumpul di Cemoro Kandang. Sambil menunggu rombongan Jakarta, kami bermain kartu sebentar. Tak lama kemudian, teman- teman kami dari Jakarta telah datang. Komplit sudah. Kurang lebih jam 10 kami mulai jalan lewat Cemoro Kandang. Dan kami mulai jalan...
Jalan menuju pos pertama itu, santai dan landai bagai di pantai. Tapi mana bisa aku jalan cepet. Sambil ngemil sambil jalan, sampai di pos I. Kami istirahat sebentar di pos I kemudian lanjut jalan lagi. Alamaaakkkk... Wis rodho rekoso, tapi kalo mau pulang nggak ada temennya. Kepekso lanjut wae lah. Sampai di pos II kami istirahat sebentar, dan semua terlihat baik- baik saja. Kami lanjut jalan lagi. Duh dhek, perjalanan makin berat, untung temen- temen pada tau kalo aku hobi nyemil, mereka sangat menyuport aku untuk sampai puncak dengan memberiku cemilan dan terus nyemil sampai kami di post III.
Pos III ke pos IV jalanan mulai terjal dan kami mulai berpisah- pisah menjadi kelompok- kelompok kecil. Dan tentu saja aku yang pecel lele ini jadi kelompok yang terakhir dan selalu hore. Gimana nggak hore, bentar- bentar berhenti foto dan makan dan begitu terus dan begitu terus. Sampai gelap hampir tiba, kami baru sampai pos IV. Whoa, cepat kami langsung berganti pakaian hangat dan tidak lupa foto. Wakakakakak...
Kami melanjutkan perjalanan lagi ke puncak. Teman- temanku mulai kelelahan hingga tak ada yang bicara dan bernyayi seperti kala pagi. Hanya aku yang masi ngunyah dan sesekali nguap kalau kunyahannya udah masuk perut.
Huaaa... Tetiba kelompok kami jadi dua saja, yang kelompok pertama sudah ada entah dimana, kelompok kedua yang ada akunya masi merangkak naik ke puncak. Dan tinggalah kami berempat berteriak- teriak memanggil teman kami.
Auooo... Kami mulai lapar, logistik ada, gas masih, tapi kompornya dibawa teman kami yang ke bawah. Alex yang ada di kelompokku mulai panik. Mondol dan Om Dodik ikutan panik karena Alex mulai ngomel. Meski mereka berdua nggak ngerti omelannya Alex karena doi pakai basa enggres, tapi mereka tau bahwa ini nggak bisa dilanjutkan. Akhirnya kami bobok di gubug kecil berempat, sambil nunggu sunrise yang membuka jalan terang ke warungnya mbok Yem, yang konon jadi Seven Elevennya puncak Lawu.
![]() |
| Ini salah satu adegan sunset dibalik rimbunnya pohon menuju pos IV. |
![]() |
| Gulungan awan ini, memngingatkanku pada film Doraemon. Pengen gulung- gulung diatasnya :D |
![]() |
| Sunrise di Hargo Dumilah. |








No comments:
Post a Comment