Friday, 27 November 2015

Menengok Saksi Kisah Cinta Segitiga dari B29

Cerita cinta Roro Anteng dan Joko Seger sudah lama aku dengar. Dari mulai bapak membelikanku buku- buku kumpulan cerita rakyat sepulang beliau dinas luar kota. Suka? Sudah pasti. Bapak selalu punya cara untuk membuatku suka membaca. Jadi kangen bapak... Ihik...

Namun aku gak nyangka, bahwa kini aku dapat melihat sendiri Gunung Batok yang pernah dilemparkan oleh seorang Ksatria yang sakti karena merasa diremehkan oleh Roro Anteng karna menolak lamarannya, lantaran ia tak pernah mencintainya. |Menurut buku yang pernah aku baca sih begitu.| Cukup tragis bagi ksatria tersebut ya. Karna apah? Ditolak cewek bo...

(((((((DITOLAK)))))))


Menilik balik cerita cinta segitiga asal muasal suku Tengger tersebut memang amat sangat miris (itu menurutku sih). Bisa jadi bikin baper kalo denger cerita komplitnya. Cerita siapa nih? Cerita penulisnya lah. Soalnya kami punya kesamaan, sama- sama pernah ditolak.| Gak nyambung sih, tapi sudahlah...Abaikan!|

Ngliat gunung Batok itu bonus bagiku, karna pada awalnya aku cuma pengen liat desa diatas awan, puncak B29 yang sempat heboh pada masanya. Emang bener sih, di desa ini aku cuma bisa ngliat langit biru, awan putih dan semuanya terlihat keciiiiiiiiiiiiiiiiiilll. Dan aku yang besar ini, merasa keciiiiiiiiiiiiiiiilll. Ciyus....

Untuk mencapai puncak B29 sendiri tidaklah sulit, banyak rute alternatif yang ditawarkan untuk mencapai puncak. Salah satunya lewat desa Argosari, Lumajang. Nah, kebetulan nih salah satu temen baikku orang Lumajang, (kebanyakan mbolang dan cuma numpang lahir dan besar dikit di Lumajang),  jadi aku dan temenku yang kubawa dari Jogja gak buta- buta dan gak lama- lama banget sampai puncak. Ngojek gitu loh... |Gile aje pake kruk jalan kaki sampai atas dengan debu setinggi betis...| ha ha ha ha ha

Kalau ditanya apa aja yang aku suka dari perjalanan ini? Aku jawab, semuanya tak terkecuali debu yang bikin aku kewalahan buat bernapas...
Banyak hal yang aku suka dari perjalanan ke puncak B29. Langit biru, awan putih, hutan yang hijau, udara yang seger, burung- burung yang masi berani menari- nari. Namun sayang, kamera kami tak cukup sanggup mengabadikan itu semua. Jadi ya... begitulah...

B29 masi sak plintengan maneh komandan...

Disambut sama jalanan yang romantis abis... hihihihi

Ini jalanan seru banget loh, nikung nikung... dan akhirnya saya ketikung...

Disambut patung Brahma di puncaknya.

Penampakan Gunung Batok dari B29.

Numpang nampang biar gak dibilang hoax...

Berasa kayak Trio Wek Wek 2015 deh.

Berasa nggak mau pulang... huhuhuhu