Friday, 18 July 2014

Perihal Berbicara Sendiri

Bengong- bengong di kantor karena gawean uda dilalap abis minggu kemaren itu enggak enak banget. Apalagi pas ujan- ujan gini. Pengennya sih ngobrol cekikak cekikik sama mbak- mbak sebelah bangku ane. Tapi apa boleh buat, si doi lagi sibuk beud. Bersyukur masi ada cemilan yang bikin mulut tetep goyang dan secangkir kopi panas.
Kalau kayak gini, jadi inget apa yang pernah ditulis salah satu teman kelas ane dulu perihal orang yang berbicara sendiri. Nggak ada temen ngobrol trus pengen ngomong sendiri. Si doi ingi pernah bilang di postingan fb nya yang nggak tau dia njiplak punyak sapa, kita- kira begini
Talking to a crazy

“Hm, aku heran kenapa orang yang berbicara dengan dirinya sendiri dianggap orang ga waras.” Kata sahabatku tiba-tiba. Aku tertawa kecil sambil berusaha memikirkan kemungkinan jawaban. “Aku kurang setuju kalau mereka dianggap ga waras. Sebab menurutku, itu merupakan tindakan yang sangat logis.” Lanjutnya.

“Logis?” tanyaku kemudian.

“Ya, logis. Tujuan orang berbicara adalah untuk didengarkan bukan? Nah, kalau di sekelilingnya tidak ada orang yang mendengarkan, berbicara dengan diri sendiri adalah sebuah pilihan yang menurutku logis.”

“Hahaha, ookaaay… ” Aku tertawa.

“Ya, itu menurutku. Lebih jauh lagi, aku jadi berpikir jangan-jangan mereka dianggap gila bukan karena mereka berbicara dengan diri mereka sendiri, tapi karena tidak ada orang yang mendengarkan.” Lanjutnya tampak serius.

“Hahaha, kalau begitu,” Aku mencoba menggodanya dengan gurauan. “orang yang benar-benar gila di pinggir jalan itu tidak akan dianggap gila kalau ada orang lain yang berhenti dan mendengarkan ocehannya?”

“Hahaha,”Sahabatku tertawa. “entahlah. Tapi itu adalah sebuah pemandangan yang indah.”


                                                                Fin

Dengan begitu, ane jadi pengen ngomong sendiri, dan tak dengerin sendiri. Sapa tau tembok- tembok atau barang lain tiba- tiba punya sense untuk mendengar.... ah....

Ah... Lord... YOU listen me always.....

No comments:

Post a Comment